Penampilan tetap energik dan sehat dengan wajah berseri meskipun usia sudah mulai senja menjadi dambaan setiap otang. Penampilan seperti itu tidak gratis diperoleh, namun memerlukan perawtan luar dalam.
Tak jarang dijumpai orang yang penampilan wajahnya lebih tua dibanding usia sebenarnya. Wajah kusut penuh kerut, kulit kering, dan merasa cepat lelah, merupakan gejala awal terjadinya penuaan dini.
Penuaan merupakan proses alamiah yang dialami oleh setiap orang. Semakin tua kondisi tubuh, kemampuan sel untuk memperbaiki diri dari kerusakan semakin menurun. Perusakan dan perlambatan regenerasi sel semakin meningkat karena adanya radiasi dan pengaruh radikal bebas. Akhirnya kemampuan sel dalam mengambil zat gizi dari makanan pun akan menurun.
Proses penuaan juga dipercepat apabila kita termasuk pribadi yang tidak bisa mengendalikan emosi. Mereka yang suka marah-marah akan menyebabkan pemborosan vitamin C di dalam tubuh. Padahal, vitamin C ini berperan penting dalam penyusunan kolagen. Apabila kolagen tubuh berkurang, maka kulit akan tampak keriput. Kolagen adalah ibarat bantalan di bawah sel kulit yang membuat tubuh kita kelihatan kencang. Apabila bantalan ini semakin habis (akibat bertambahnya umur) maka kulit menjadi peot.
Untuk menangkal terjadinya penuaan dini diperlukan antioksidan yang berasal dari vitamin E, vitamin C, dan vitamin A. Vitamin E dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi jaringan-jaringan tubuh dari proses oksidasi. Pengurangan kecepatan ooksidasi dapat menunda datangnya tanda-tanda penuaan dini seperti kulit berkerut atau rambut beruban. Vitamin E akan menolong pembentukkan atau penggantian sel-sel kulit yang rusak sehingga kulit tetap lembut.
Vitamin C juga merupakan antioksidan yang dapat berperan dalam pembentukan jaringan ikat sehingga sangat mempengaruhi keadaan elastisitas dan berkerutnya kulit. Vitamin C mendapat julukan master of nutrient karenafungsinya sangat bermacam-macam seperti : pencegah pilek, meningkatkan kekebalan tubuh, menurunkan kolesterol tinggi, dan lain-lain.
Bahan pangan kaya antioksidan adalah sayur dan buah. Untuk mempertahankan antioksidan diperlukan penanganan yang tepat sehingga tidak banyak terjadi kehilangan. Pada umumnya antioksidan tidak tahan panas sehingga buah atau sari buah yang disimpan dalam kulkas dapat dipertahankan kandungan antioksidannya.
Kandungan vitamin C dalam kemasan sari buah tetrapak berukuran 250 ml adalah 12 mg. Kalau kebutuuhan vitamin C adalah 60 mg/orang/hari, maka diperlukan 5 bungkus sari buah. Namun, pada umumnya dalam sehari kita juga mengkonsumsi sayur dan buah sehingga tidak perlu minum sari buah tetrapak sampai 5 bungkus.
Disarankan bahwa konsumsi sayur atau buah setiap hari adalah sekitar 200 gr. Sayangnya sayur sering dianggap musuh oleh anak-anak, bahkan adakalanya orang tua juga tidak menyuakai sayur. Sejak dini kita perlu membiasakan makan sayur sehingga seluruh anggota keluarga akan merasakan kehilangan kalau menu di meja mkan tersaji tanpa sayur. Kandungan gizi sayuran dan buah selengkapnya bisa dilihat pada tabel di bawah ini.
Sayuran/Buah | Zat Besi (mg) | Vit A (SI) | Vit C (mg) |
Bayam Buncis Daun pepaya Daun singkong Kangkung Kacang panjang Ketimun Kol Sawi Wortel Apel Jambu Biji Jeruk manis Jeruk garut Mangga harum manis Nanas Pisang ambon Semangka | 3,9 1,1 0,8 2,0 2,5 0,7 0,3 0,5 2,9 0,8 0,3 1,1 0,4 0,4 0,2 0,3 0,5 0,2 | 6090 630 18250 11000 6300 335 0 80 6460 12000 90 25 190 420 1200 130 146 590 | 80 19 140 275 32 21 8 50 102 6 5 87 49 31 6 24 3 6 |
Sumber: Daftar Komposisi Bahan Makanan (1996)
Selain manfaat untuk awet muda, sayur dapat diandalkan sebagai sumber mineral, salah satunya adalah zat besi (Fe) yang banyak terkandung dalam sayuran berwarna hijau tua seperti bayam, daun singkong, kangkung, dan sebagainya. Zat besi dalam sayuran t5ermasuk dalam golongan non-heme yang tidak mudah diserap tubuh. Sementara itu, zat besi dari pangan hewani adalah besi heme yang lebih mudah diserap. Namun, mengingat bahwa konsumsi pengan hewani masyarakat Indonesia masih rendah, maka sayuran yang harganya lebih murah dapat diandalkan untuk mensuplai zat bei bagi seluruh anggota keluarga.
Kol merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup populer. Brokoli dan awi masih satu famili dengan kol. Famili kol ini belakangan santer disebut sebagai makanan pencegah kanker. Sayuran ini mengandung antioksidan yang dapat melumpuhkan senyawa radikal bebas penyebab kanker. Selain itu, sayuran ini pun kaya akan sulfur dan histidin yang dapat menghambat pertumbuhan tumor. Sayangnya, sayuran jenis kol ini mengandung senyawa goitrogenic yang mengganggu penyerapan iodium. Makanya mengkonsumsi kol berlebihan bisa-bisa malah merangsang munculnya gondok. Jadi, mengkonsumsi sayur atau buah setiap hari sangat memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita. Konsumsi gizi yang baik ini perlu desertai dengan upaya menghindari kelelahan fisik ataupun tekanan jiwa berlebihan. Hal ini akan menambah kesehatan dan kebugaran tubuh. Membiasakan olahraga secara teratur akan merangsang tubuh mengeluarkan zat endorfin yang menyebabkan perasaan nyaman, bahagia, dan tidur lebih nyenyak.
Sumber:
Khomsan, Ali, 2006, Solusi Makanan Sehat, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar